Trip Singapore 3 hari 2 malam Februari 2017 (Day 1)

Siang itu saya iseng cek buka-buka website tiket dan lihat harga yang cukup murah untuk perjalanan ke Singapura. Langsung saya ajak teman saya dan kebetulan teman saya yang lain sudah memesan tiket dari jauh-jauh hari untuk tanggal yang sama sehingga kami janjian ketemu di sana. Saya dan 1 orang teman saya tiba di Changi Airport di siang hari sehingga kami harus menunggu teman kami yang tiba malam hari.

Peta MRT

Sambil menunggu kami putuskan untuk check in duluan ke hotel di daerah Bugis tepatnya di hotel Bencoolen. Kami menggunakan MRT untuk menuju ke sana, kita dapat membeli karcis sekali jalan atau membeli EZlink seharga SGD 12 yang berisi saldo SGD 7. Perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam ke stasiun Dhoby Ghaut, stasiun ini sangat besar karena merupakn pertemuan beberapa jalur MRT untuk transit. Kami segera membeli kartu SIM khusus turis di sebuah minimarket dengan menunjukkan paspor.

Kelenteng di daerah Bugis

Sesampainya di hotel kami di sambut oleh staf yang sangat ramah dan bisa berbahasa Indonesia. Beruntungnya kami juga mendapatkan free upgrade kamar saat itu. Setelah selesai menaruh barang kami jalan kaki ke daerah Albert Centre untuk makan siang. Di sini terdapat pasar juga deretan food court yang cukup terjangkau berbagai pilihan makanan mulai dari SGD 1. Tidak jauh dari sini juga ada toko yang menjual berbagai macam snack mulai dari SGD 1 serta pedagang duren yang menjajakan dagangannya dipinggir jalan.

China Town pada malam hari

Bingung karena rencana perjalanan baru dimulai esok hari setelah ketiga teman kami yang lain tiba, akhirnya kami putuskan untuk berkeliling menggunakan MRT dan bus sambil mempelajari rute-rutenya (lain kali saya akan buat topik tentang mudahnya naik MRT dan bus di Singapura). Kami datangi tempat-tempat yang letaknya tidak jauh dari stasiun. Dari Albert Centre kami jalan kaki tidak jauh ke Stasiun Bugis untuk menuju China Town. Sambil menikmati pemandangan sore hari di China Town, kami makan lagi di sini karena tadi di Albert Centre kami cuma makan mie. ✌🏼✌🏼

Selesai makan di foodcourt yang dipadati pengunjung kami kembali naik MRT untuk menuju Vivo City. Vivo City adalah sebuah mall yang cukup besar, stasiun MRT di sini ada di lantai paling bawah dan ini merupakan tempat untuk menuju Sentosa Island apabila anda menggunakan kereta monorel. Tujuan kami ke sini adalah untuk menukarkan tiket pertunjukan air mancur yang sebelumnya kami beli online, namun ternyata tiket tersebut baru bisa ditukarkan pada hari yang sama.
Akhirnya kami putuskan untuk berkeliling di Vivo City, seperti kebanyakan mal di sini terdapat banyak toko penjual pakaian serta makanan dan di lantai paling atas terdapat taman yang luas, pada saat malam kita bisa langsung memandang ke langit sambil duduk bersantai. Setelah cukup puas dan teman kami dari Jakarta mengalami delay akhirnya kami lanjutkan perjalanan menuju Clarke Quay.

Clarke Quay pada malam hari

Clarke Quay adalah sebuah tempat dengan pemandangan sungai, di sini kita bisa menaiki perahu menyusuri sungai sambil melihat pemandangan lampu-lampu dari cafe-cafe yang berjejer di sepanjang sungai ini. Selain itu kita juga bisa nongkrong di cafe atau sekedar membeli cemilan dan minuman dan duduk di tepi sungai. Kami tidak lama di sini karena hari sudah malam. Dari sini kami lanjutkan perjalanan dengan menggunakan bus menuju stasiun Bugis. Ini pertama kalinya kami menggunakan bus di Singapura, kita bisa menggunakan EzLink atau uang tunai. Namun dengan EzLink kita bisa mendapatkan harga lebih murah. O iya, ketika naik bus harap naik dari pintu depan ya untuk membayar ongkos atau tap EzLink kalian. Jangan sampai salah kayak kami. Hehehe

Sampai di Bugis kami melanjutkan perjalanan menggunakan MRT menuju Changi Airport. Sampai di stasiun Changi Airport kami sengaja tidak keluar dan menunggu teman kami di sana. Waktu semakin larut tapi belum ada kabar dari teman mereka, kami sedikit panik karena jam stasiun sudah mau tutup. Akhirnya setelah menunggu hampir 1 jam mereka tiba. Beruntung kami masih sempat mendapatkan kereta yang ternyata merupakan kereta terakhir menuju pusat kota.

Sesampainya di stasiun Dhoby Ghaut saat akan keluar Ezlink saya dan teman saya tidak bisa di tap. Ternyata karena kami tidak keluar stasiun saat di Changi, kami melewati batas waktu dan terkena denda. Seolah-olah perjalanan kami dari Bugis sampai Dhoby Ghaut tapi memakan waktu hampir 3jam padahal jarak stasiun tersebut dekat. Setelah membayar melalui petugas akhirnya kami diijinkan keluar.

Hari sudah malam kami mampir sebentar di minimarket untuk membeli jajanan dan melanjutkan perjalanan ke hotel dengan berjalan kaki. Hari ini cukup melelahkan namun saya jadi bisa mempelajari rute-rute transportasi untuk esok hari sehingga kami tidak perlu kebingungan.

Keesokan harinya…



Hari ini hari pertama memulai perjalanan berlima, sebelum ke tujuan pertama kami sarapan di Albert Centre. Jalan pagi ke sini udaranya masih segar, tidak panas dan jalanan cukup sepi. Selesai sarapan kami menuju stasiun bugis untuk ke China Town, sebenarnya membeli oleh-oleh di sini cukup murah namun karena masih pagi dan sepi, tidak ada yang berminat untuk mampir. Teman-teman saya menuju ke Vihara Buddha Tooth Relic sedangkan karena tadi saya di Albert Centre memilih menu yang salah saya putuskan untuk membeli makanan di Food Court di pasar yang ada di kawasan ini. Saya mencoba popiah, mirip lumpia basah yang ada di sini namun dengan isian bermacam-macam. Layak di coba karena harganya juga paling murah dibanding tempat lain.

Popiah

Tips: pergi ke China Town lebih enak pas sore menjelang malam hari.

Kami tidak lama di China Town dan kembali stasiun untuk menuju mal Ion di daerah Orchad. Ternyata sampai sini juga masih banyak toko yang belum buka, tidak ada juga yang berniat untuk berbelanja. Kami hanya mencoba 4 Fingers yang menjual Chicken Wing, cuma ada 2 rasa di sini spicy atau original. Chicken wing-nya cukup besar dengan kulit yang crispy dan bumbu yang tidak berlebihan.

Bosan di dalam mal, kami menuju kawasan Orchard Road yang terkenal. Tidak lama berjalan kaki kami melihat kerumunan orang-orang sedang menyerbu dagangan laki-laki paruh baya. Ternyata mereka sedang membeli es krim yang terkenal dengan sebutan es krim 1 dolar, walaupun sekarang harga bukan 1 dolar lagi. Kami pun ikut bergabung untuk mengantri dengan membayar SGD 1,20 kita bisa mendapatkan sepotong es krim dengan roti atau wafer. Es krimnya benar-benar lembut dan sangat pas dimakan sambil menikmati jalan kaki di trotoar sepanjang Orchard Road.

1 Dollar Ice Cream
Orchard Road

Kami menuju Lucky Plaza untuk membeli beberapa baju serta menunggu bus ke Mustafa Centre. Mustafa Centre terletak di daerah Little India dan terkenal dengan tempat belanja yang murah serta buka 24 jam. Tidak mau pusing dengan oleh-oleh, kami langsung membelinya di sini.

Tips: kita bisa menukarkan struk belanjaan kita di lantai paling bawah Mustafa Centre untuk di-refund GST-nya(Goods and Services Taxes) di bandara.

Barang belanjaan di Mustafa Centre

Dari Mustafa Centre kami kembali ke hotel menggunakan bus untuk menaruh belanjaan. Setelah beberapa kali naik MRT dan bus, kami putuskan lebih memilih bus karena jarak halte yang dekat dan biaya lebih murah. Naik MRT memang kadang lebih cepat namun memakan waktu saat berjalan di dalam stasiunnya.

Marina Bay Sands

Kami menggunakan bus menuju Merlion Park tapi sayangnya patung Merlion saat itu sedang dibersihkan sehingga kami lanjutkan perjalanan ke Garden by the Bay. Kami turun di depan Hotel Ritz Carlton dan berjalan kaki melewati Helix Bridge, dari sini kita bisa melihat ikon Singapura yang lain yaitu Marina Bay Sands.

Setelah berjalan kaki sekitar 1,5 km kami tiba di Garden by the Bay, banyak muda-mudi serta anak-anak yang berolahraga dengan sepeda atau skateboard di taman ini. Untuk memasuki taman ini memang tidak perlu membayar, tapi bila kita ingin masuk ke Flower Dome atau Cloud Forest kota harus membayar tiket masuk. Kami sudah membeli tiket masuk secara online dan tinggal membawa hasil cetaknya sebagai tiket masuk.

Cloud Forest – Garden by the Bay

Pertama kami masuk ke Cloud Forest, ketika masuk ke sini kita akan disambut udara yang cukup dingin dan air terjun buatan yang menjadi spot utama untuk berfoto. Setelah itu kita bisa berkeliling dengan menaiki jembatan melingkar sambil melihat berbagai macam tumbuhan yang ada di sini. Bagi yang takut ketinggian sebaiknya tidak naik kesini.

Flower Dome – Garden by the Bay

Selesai dari Cloud Forest kami masuk Flower Dome, bangunan besar yang berisi berbagai macam jenis bunga. Udara di sini juga masih sama dinginnya, berbagai macam bunga ditata rapih sehingga mengundang orang-orang untuk berselfie ria. Mengelilingi Garden by the Bay memang cukup melelahkan, hari sudah mulai gelap dan perut sudah keroncongan. Kami menuju food court yang ada di kawasan tersebut, Satay by the Bay nama tempatnya. Sesuai namanya di sini banyak penjualan sate. Ada sate ayam, kambing, sapi, babi maupun udang. Rasanya bisa dibilang biasa saja jika dibandingkan sate di Indonesia, tapi karena sudah seharian berjalan kaki jadi kami makan dengan lahap.

Supertree pada malam hari

Masih ada 1 wahana lagi yang paling ditunggu saat mengunjungi Garden by the Bay, yaitu Supertree Grove atau Taman Avatar. Di sini kita akan melihat bangunan menyerupai pohon raksasa yang dihiasi lampu dan sangat indah di malam hari. Pada pukul 19.45 dan 20.45 setiap harinya akan ada pertunjukkan lampu-lampu yang akan berkedap-kedip mengikuti irama lagu, biasany lagu yang diputar adalah lagu dari negara-negara para wisatawan. O iya untuk melihat pertunjukan ini gratis lho, jadi kalau mau datang dan menonton sebaiknya datang lebih awal agar mendapat tempat terbaik untuk mengabadikannya. Jika ingin menikmatinya lebih dekat lagi kamu bisa membayar SGD 8 untuk naik ke jembatan diantara Supertree.

Sebelum kembali ke hotel kami menyempatkan untuk berjalan kaki ke Waterfront Promenade. Pemandangan malam Marina Bay Sands juga tidak kalah indahnya. Sambil berjalan kaki kami sempatkan juga untuk berfoto, rencananya kami ke Waterfront Promenade ingin melihat pertunjukan air mancur tapi ternyata sepertinya kami salah tempat. Air mancur yang di maksud letaknya jauh dan hanya terlihat samar-samar dari sini. Tapi di sini kita juga dapat berjalan-jalan santai sambil menikmati hiburan dari panggung terbuka yang ada di sini, juga dari beberapa pemusik jalanan yang sangat keren.

Marina Bay Sands pada malam hari

Perjalanan hari pertama ini benar-benar melelahkan, kami segera kembali ke hotel menggunakan bus. Melihat aplikasi di HP ternyata kami sudah berjalan kaki sejauh hampir 30km. 😥😥😥
Itinerary day 1

  • Hotel Bencoolen
  • Sarapan di Albert Centre
  • China Town
  • Orchard Road
  • Beli oleh-oleh di Mustafa Centre
  • Taruh belanjaan di Hotel
  • Garden by the Bay
  • Waterfront Promenade
  • Kembali ke Hotel

Leave a Reply