Trip 3D 2N Bali 16 – 18 September 2017 (Day 1)

Menjelajahi Bali tidak pernah ada habisnya, mulai dari alamnya yang asri, orang-orangnya yang ramah, makanannya yang menggoda serta kehidupan malamnya yang tak pernah mati. Sehingga kita tidak akan pernah bosan untuk kesana berulang kali, bagi saya ini yang ketiga kalinya. Kali ini saya pergi bersama keluarga, kami bertujuh tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tanggal 15 malam dan transit di hotel Granmas dekat Bandara. Cukup memuaskan menginap dihotel ini dengan harga cukup bersahabat juga strategis.

Skip skip

Karena tanggal 15 cuma numpang tidur di hotel maka anggap saja hari pertama di tanggal 16. O iya, sebelumnya kami sudah menyewa mobil Avanza matic janjian serah terima di Bandara (lumayan menghemat ongkos taksi) karena hitung-hitungan sewa mobil lepas kunci di Bali per 24 jam. Misal 15 sept 22.00 – 18 sept 22.00 dihitung 3 hari.

Berhubung di hotel saya pesan kamar tidak termasuk sarapan maka sekitar jam 7 pagi kami menuju tujuan pertama yaitu Pantai Pandawa tapi sebelumnya kami mampir sarapan di Warung Nasi Ayam Ibu Oki. Sebenarnya dari Hotel ke Warung Ibu Oki ini dekat cuma karena pengen lihat Tol diatas laut jalurnya jadi sedikit memutar. Hehehe..

Serba Ayam Rp 25.000,-

Perjalanan kami lanjutkan ke Pantai Pandawa karena perut sudah penuh. Perjalanan tidak sampai 30 menit. Begitu sampai kita akan disajikan pemandangan tebing-tebing yang di belah dan ada patung 5 Pandawa (mungkin karena itu dinamakan pantai Pandawa.

Dipantai pandawa kita bisa berenang atau sekedar bermain pasir dipinggir pantai. Selain itu juga kita bisa bermain kano yang banyak disewakan disekitar pantai. Kebetulan kami tidak berlama-lama disini, hanya bermain air sebentar dan minum kelapa muda.

Tujuan berikutnya Pantai Green Bowl, pantai ini berjarak kurang lebih 15 menit dari pantai Pandawa. Pantainya juga sama bersihnya dengan pantai Pandawa namun sepertinya masih banyak orang yang belum tahu. Atau bisa juga karena malas harus menuruni 330 anak tangga untuk sampai ke pantainya. Disini juga masih banyak monyet-monyet liar jadi hati-hati saat menuruni tangganya.

Pantai Green Bowl dari atas tebing

Monyet di sekitar tangga
Surga tersembunyi

Begitu sampai dibawah, rasa capai seketika langsung hilang melihat hamparan pasir dan laut yang jernih. Disini cuma terlihat beberapa turis asing sedang berjemur atau berselancar. Kita juga bisa bermain air atau berenang dipinggir pantai tapi harus hati-hati karena pantainya banyak bebatuan dan karang.

Puas bermain air dan waktu sudah menunjukkan jam makan siang maka kami putuskan untuk makan terlebih dahulu. Untuk makan siang saya kembali menuju ke daerah Uluwatu di Rumah Makan D’Sambal dengan pilihan menu puluhan sambal dan lauk dengan harga cukup bersahabat.

Selesai makan hari masih terang sehingga kami putuskan untuk mampir ke Pantai Melasti (salah satu pantai yang baru dikembangkan juga sepertinya) sebelum ke Pura Uluwatu. Ternyata disini pantainya juga mirip Pandawa dan Green Bowl, bersih dengan butiran pasir khas seperti biji lada. Sayang karena sempet terkena batu dan berdarah waktu di Green Bowl jadi di sini saya tidak sempat bermain air.

Pantai Melasti

Pantai Melasti lebih cocok untuk membawa anak-anak atau orang tua karena tidak perlu menuruin ratusan anak tangga curam seperti di pantai Green Bowl. Saat saya kesini akses jalan sedang diperlebar dan fasilitas seperti toilet masih sedikit.

Puas menikmati Pantai Melasti dari atas tebing-tebing yang dibelah-belah kami segera menuju Pura Luhur Uluwatu, sebuah pura yang terletak diatas tebing. Disini kita bisa melihat laut dari atas tebing dan yang paling ditunggu-tunggu tentu saja adalah pertunjukan Tari Kecaknya.

Dengan membayar tiket Rp 100.000,- per orang (loket buka jam 17.00) kita dapat menyaksikan Tari Kecak dengan latar belakang  Sunset yang mengagumkan. Banyak wisatawan yang kesini untuk menonton tarian ini jadi datanglah lebih awal agar dapat tempat duduk yang strategis. Jangan lupa ke toilet serta membawa makanan dan minuman agar nyaman selama pertunjukan.

Menunggu pertunjukan dimulai
Hanoman sedang beraksi

Pertunjukan dimulai tepat pukul 18.00 dan selesai sekitar pukul 19.15 bercerita tentang kisah Rama dan Shinta. Selesai pertunjukan hari sudah gelap dan perut sudah keroncongan 😃.  Mobil saya arahkan menuju sebuah pasar ikan di kawasan Pantai Kedonganan Jimbaran. Menuju kawasan ini anda akan melewati deretan restoran dan cafe yang menyajikan hidangan laut dan menikmatinya di pinggir pantai sambil menunggu matahari tenggelam. Tapi karena kami mau makan kenyang bukan makan cantik maka pasar ikan ini tujuan kami. Kita bisa membeli ikan, udang, cumi, kepeting hingga lobster di sini.

Setelah selesai membeli beberapa ikan dan udang kita bisa memilih beberapa tempat yang menyediakan jasa bakar dengan harga Rp 20.000,- per Kg sudah lengkap dengan sambal matah yang mantap. O iya di pasar ini ikan yang kita beli adalah hasil tangkapan nelayan dipagi hari jadi pasti masih segar. Makan di Jimbaran gak perlu mahal kan?! Hehehe..

Tips:

Kalau mau repot dikit mungkin kalian bisa kesini untuk beli ikan dll lalu dibakar dan dibungkus kemudian dimakan sambil menikmati matahari tenggelam di Pantai Kuta 😁

Hari pertama selesai sudah menjelajahi pantai di selatan Bali.

Itinerary day 1

  • Sarapan di Warung Nasi Ayam Ibu Oki
  • Pantai Pandawa
  • Pantai Green Bowl
  • Makan siang di D’Sambal Uluwatu
  • Pantai Melasti
  • Pura Luhur Uluwatu
  • Makan di Jimbaran

Follow my instagram @urip.lim

Leave a Reply