Tips naik Uber dan Grab di Malaysia

Uber dan Grab

Saat berpergian bersama, jumlah orang yang ikut sangat berpengaruh terhadap pilihan transportasi yang akan digunakan. Kali ini saya mengunjungi Malaysia bersama 4 orang teman. Pilihan menggunakan taksi sudah kami buang jauh-jauh karena taksi dengan ukuran mobil sedan hanya bisa mengangkut maksimal 4 penumpang. Memang ada taksi yang menggunakan mobil Innova namun harganya bisa 2 kali lipat.

Tampilan aplikasi Grab

Pilihan lain yang bisa kami gunakan adalah menggunakan kereta, MRT, bus atau taksi online seperti Uber dan Grab. Untuk jangka waktu liburan yang singkat dan jadwal yang padat menunggu kereta atau MRT cukup membuang waktu sehingga kami tidak tertarik menggunakan transportasi tersebut. Untuk perjalanan jarak jauh kami memilih menggunakan bus dengan alasan seperti pada artikel sebelumnya. (Baca: Murah dan mudahnya naik bus di Malaysia)

Tampilan aplikasi Uber

Jadi untuk menghemat waktu juga biaya, pilihan kami jatuh kepada transportasi online. Pada Uber maupun Grab masing-masing memiliki pilihan mobil dengan ukuran lebih dari 5 penumpang sehingga kami bisa duduk dengan nyaman. Transportasi online ini kami gunakan untuk menempuh perjalanan jarak pendek. Untuk perjalanan jarak pendek memang tidak lebih murah apabila kita menggunakan Go KL (bus gratis mirip Trans Jakarta) maupun kereta. Namun kami dapat menghemat waktu perjalanan karena kami bisa langsung tiba di tempat tujuan.
Berikut Tips menggunakan Uber dan Grab berdasarkan pengalaman kami:

  1. Cek kedua aplikasi untuk mendapakan harga terbaik. Dari 8 kali naik transportasi online di sana Uber lebih murah tapi…
  2. Hati-hati menggunakan Uber karena ada beberapa pengemudi nakal yang mengajak kita lewat jalan yang jauh sehingga meteran pada aplikasi Uber bertambah sehingga membuat biaya lebih mahal.
  3. Jadi buat anda yang kurang tahu jalan atau kurang bisa membaca peta lebih baik menggunakan Grab dengan harga yang sudah fix.
  4. Biasanya para supir menggunakan Google Maps atau Waze untuk mengantar kita ke lokasi tujuan. Perhatikan arahan navigasi tersebut agar tidak melenceng dari jalur sehingga kita tidak mudah dicurangi. Dari 8 kali perjalanan, 6 kali kami menggunakan Uber dan semua aman.
  5. Ajak berbicara sang supir, biasanya mereka akan menawarkan jasa tur keliling atau jasa antar ke Bandara. Apabila harganya cocok mungkin bisa kalian pertimbangkan. Selain itu kita bisa mendapatkan informasi-informasi menarik seperti tempat makan enak, tempat belanja murah, tempat wisata yang bagus dan sebagainya.
  6. Apabila kita tidak membeli nomor lokal dan masih menggunakan nomor Indonesia, kita bisa menggunakan fitur pesan yang terdapat di aplikasi sehingga memudahkan kita untuk menghubungi pengemudi. Apabila ingin menelepon, kita bisa menyimpan nomor teleponnya dan menggunakan aplikasi Whatsapp untuk bisa melakukan panggilan telepon untuk menghindari terkena biaya roaming.

Sekian tips dari kami. Sebelumnya kami sempat ragu untuk menggunakan transportasi online terutama Uber karena teman-teman kami mengatakam banyak supir nakal yang membuat biaya menjadi bengkak. Namun dari pengalaman 8 kali menggunakan Uber dan Grab tidak ada satupun yang mengecewakan, semua supir yang kami temui sangat ramah serta sangat membantu dalam memberikan informasi seputar tempat-tempat menarik. Tentunya anda sopan mereka segan.