Tips menggunakan E-money untuk tol

Pemerintah mulai oktober 2017 memberlakukan sistem transaksi non tunai di seluruh gerbang tol. Dengan diberlakukannya sistem ini tentu diharapkan akan mempercepat transaksi pada gerbang tol. Namun kenyataannya masih banyak kemacetan di gerbang tol justru karena sistem ini.

Selain card reader yang dirasa masih kurang cepat dalam memproses transaksi ternyata masih banyak juga pengguna tol yang tidak siap dengan perubahan ke sistem non tunai ini.

Sebagai pengguna kita tentu harus mengikuti peraturan yang berlaku dan jangan sampai kita malah memperlambat transaksi dan mangganggu antrian pengguna lain di belakang kita. Oleh karena itu ada beberapa tips yang bisa anda praktekkan.

  1. Sebelum berangkat pastikan anda membawa kartu E-money anda dan letakkan ditempat yang mudah terjangkau.
  2. Jika anda lupa saldo terakhir E-money anda sebaiknya diperiksa dahulu di minimarket terdekat atau bagi anda pengguna E-money yang dikeluarkan oleh Bank Mandiri anda bisa mendownload aplikasi E-money info pada smartphone anda. NB: smartphone anda harus memiliki fitur NFC
  3. Bagi anda yang sering menggunakan tol sebaiknya membawa lebih dari satu kartu E-Money untuk cadangan.
  4. Jika anda ingin berpergian jauh sebaiknya terlebih dahulu mengecek biaya tolnya sehingga saldo anda mencukupi ketika akan membayar. Untuk anda yang berpergian di Tol luar kota bisa mampir di Rest Area untuk mengisi ulang apabila saldo ada kurang.
  5. Siapkan E-Money anda beberapa saat sebelum memasuki gerbang sehingga transaksi anda lebih cepat.
  6. Gunakan Tongtoll (tongkat tol) yang sekarang banyak dijual apabila tangan anda sulit menjangkau mesin pembaca kartu.
  7. Di beberapa gerbang tol terdapat gerbang tol berwarna merah khusus bagi pengguna On Board Unit (OBU). Kita harus mempunyai alat khusus untuk memasuki gerbang tol ini.

Jadilah pengguna tol yang cerdas sehingga kita bisa sampai di tempat tujuan dengan lancar dan cepat.

Leave a Reply