Mengintip indahnya Pantai Tanjung Kalian dari atas mercusuar

Selain Pasanggrahan Menumbing (baca: Pesanggrahan Menumbing, Jejak Sejarah di ujung Pulau Bangka) yang terkenal sebagai tempat pengasingan Bung Karno dan Bung Hatta, Mentok juga punya pesona pantai seperti kota-kota lainnya di Bangka. Pantai Tanjung Kalian namanya, pantai ini terletak tidak jauh dari pusat kota Mentok, hanya 10 menit dengan mengendarai mobil.

Tidak seperti pantai-pantai di Belinyu atau Sungai Liat, pantai Tanjung Kalian agak kurang bersih pasirnya sehingga kurang nyaman untuk bermain air di sini. Namun ada cara lain menikmati pantai Tanjung Kalian, dengan membayar biaya masuk Rp 5.000,- per orang, kita dapat mendaki ke puncak mercusuar yang ada di pantai ini.

Mercusuar Tanjung Kalian

Ketika kami sampai hari sudah mulai sore sehingga sangat pas sekali untuk naik ke mercusuar ini. Dengan bermodal senter dari HP kami mulai menaiki anak tangga yang memutari dinding mercusuar. Jangan khawatir udara di dalam mercusuar lembab atau pengap karena setiap beberapa anak tangga ada ruangan dengan jendela bulat yang bisa juga digunakan untuk beristirahat.

Setelah mendaki sekitar 10 menitnya saya sampai di puncak mercusuar. Beruntung karena hari itu cuma ada 4 orang pengunjung selain kami sehingga membuat gerak diatas mercusuar lebih leluasa. Semua rasa lelah ketika mendaki ratusan anak tangga terbayarkan. Dari atas sini kita dapat melihat Gunung Menumbing serta pelabuhan tempat kapal-kapal dari pulau Sumatera bersandar.

Karena pengunjung yang naik tak kunjung bertambah, kami memutuskan untuk bersantai sambil menunggu matahari terbenam. Keindahan dari atas sini benar-benar menyejukkan hati, ditambah dengan semilir angin agak sedikit membuat mata terkantuk-kantuk. Seandainya disediakan kasur di sini… 😁

Setelah menunggu beberapa menit akhirnya matahari turun, cahaya kejinggaan memantul diatas permukaan laut membuat kami tidak berlama-lama lagi untuk mengabadikan momen tersebut.

Sunset @Pantai Tanjung Kalian

Puas menikmati keindahan Tanjung Kalian dari atas mercusuar, kami segera turun karena hari sudah gelap dan kami harus kembali melanjutkan perjalanan ke Pangkal Pinang. Di bawah saya ada sedikit berbincang dengan petugas ketika menunggu teman ke toilet. Ternyata di sini pada jaman dahulu Jepang pernah membom kapal Australia serta melakukan pembantaian massal. Tidak jauh dari pantai juga ada kapal karam peninggalan jaman Jepang dahulu. Beruntung kami tidak mengetahui cerita ini sebelum memasuki menara mercusuar yang sedikit gelap. Hahaha..

Leave a Reply