Danau Kaolin Air Bara – Bangka, Keindahan Dibalik Kehancuran

Dengan harga tiket yang terjangkau serta waktu tempuh hanya 1 jam dari Jakarta menjadikan Pulau Bangka salah satu tujuan wisata yang cukup populer akhir-akhir ini. Bagi saya yang pertama kali ke sana, yang saya bayangkan adalah sebuah pulau dengan banyak pedesaan. Ternyata setelah saya mendarat di bandara Depati Amir bayangan saya itu salah. Bandara Depati Amir yang sekarang adalah bandara dengan bangunan baru dan cukup modern. Akses jalan dari bandara ke pusat kota juga sangat baik, rumah-rumah serta ruko-ruko bertebaran jauh dari kesan pedesaan.

Setelah beristirahat di rumah salah seorang sahabat, saya diajak menuju ke Koba, ibu kota dari Kabupaten Bangka Tengah. Perjalanan dari Pangkal Pinang memakan waktu satu setengah jam dengan menggunakan mobil. Lagi-lagi saya terkejut dengan insfraktruktur jalan yang sangat baik. Jalan-jalan beraspal tanpa lubang membuat saya sebagai penikmat kemacetan di ibu kota benar-benar menikmati perjalanan ini. Mendekati Koba kita juga akan disuguhi pemandangan pantai yang sangat panjang. Pantainya bersih dan terawat serta terdapat fasilitas tempat duduk dan gazebo yang bisa kita nikmati tanpa membayar.

Pantai Arung Dalam

Setelah melewati kota Koba akhirnya kami sampai di tempat tujuan, Danau Kaolin Air Bara namanya karena terletak di Desa Air Bara, sekita 10 menit dari kota Koba. Sebuah danau yang terbentuk dari bekas penambangan timah. Ya, beberapa tahun silam Bangka memang terkenal sebagai penghasil timah terbesar di Indonesia. Sayang banyak penambangan yang dilakukan secara ilegal dan bekas tambangnya terbengkalai, tidak diperbaiki kembali. Jika kita lihat dari pesawat akan banyak melihat cekungan-cekungan seperti di Desa Air Bara ini.

Jalan setapak yang kecil dan rawan longsor membuat kita harus ekstra hati-hati

Masuk ke sini tidak dikenakan biaya, tampak ada beberapa penjual makanan dan minuman. Sebaiknya jangan ke sini saat siang hari karena sangat panas dan terik. Memasuki area danau kaolin, jalan setapaknya sebenarnya sangat berbahaya karena sempit dan rawan untuk longsor serta tidak terdapat pagar pembatas sehingga kita harus ekstra hati-hati terutama apabila membawa anak kecil.

Danau Kaolin Desa Air Bara

Ada 2 cekungan di sini, yang pertama berwarna hijau dan yang lain berwarna biru. Entah kenapa hampir semua orang lebih suka mengambil gambar di danau yang berwarna biru. Saya juga sudah siap dengan kamera atau HP di tangan untuk mengambil foto dengan latar belakang danau ini. Danau ini memang memukau, dari air hujan yang tertampung di bekas galian ini menghasilkan warna yang menawan. Namun sangat disayangkan di balik keindahannya itu sebenarnya adalah ulah-ulah dari makhluk serakah bernama manusia, yang tega menghancurkan alam untuk keuntungan pribadi.

Danau Kaolin Desa Air Bara
Berpose di Danau Kaolin Desa Air Bara

Leave a Reply